
Wa Ode pun membantah meraup duit haram saat membahas Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) di Banggar. Wa Ode pun heran mengapa PPATK hanya melacak keuangan satu anggota Banggar.
"Menjadi aneh di antara ratusan anggota dewan hanya ada satu anggota DPR yang transaksi keuangannya mencurigakan. Kenapa cuma satu?" kata Wa Ode kepada okezone, Sabtu (17/9/2011) malam.
Meski belum memastikan apakah pemilik rekening mencurigakan tersebut dirinya, Wa Ode menduga dia akan dijadikan sasaran tembak pasca "keributan" calo Senayan. Pada bulan Mei 2011 lalu, Wa Ode dilaporkan Ketua DPR Marzuki Alie ke Badan Kehormatan atas dugaan mencemarkan nama baik karena menyebut pimpinan DPR sebagai bagian dari mafia anggaran.
Sebelumnya, Wa Ode sempat berbicara lantang di media massa mengenai praktik mafia anggaran di DPR. Para calo anggaran di Senayan kata dia kerap beraksi ketika pembahasan anggaran.
"Selama ini saya hanya mencoba menegakkan sistem, tidak ada agenda tertentu. Saya sudah membuktikan itu soal DPID (dana penyesuaian infrastruktur daerah) saya tidak pernah terima fee untuk menaikkan jatah alokasi dana untuk daerah. Kalau sekarang menjadi 'panas' lagi isunya, mungkin itu konsekuensi dari perjuangan saya," tegasnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar