Moms Bekerja Lagi, Dads Dilema!
RINI (30) setelah melahirkan, memutuskan untuk berhenti bekerja dan fokus mengurus anak pertamanya. Kini setelah si kecil berusia 1,5 tahun, Rini ingin bekerja kembali. Apalagi temannya sudah menawarkan lowongan pekerjaan.
Rini sebenarnya tak ragu meninggalkan buah hatinya, karena di rumah sudah ada orang yang membantu mengurus pekerjaan rumah tangganya. Niat Rini pun diutarakan kepada Andri (34), suaminya.
Namun sayang, pembicaraan mereka berdua belum ditemukan kata sepakat. Andri belum mengiyakan, namun juga tidak menolak tegas keinginan istrinya.
Bagaimana sebaiknya Andri menghadapi dilema tersebut? Sulitkah bagi suami mengizinkan istrinya untuk kembali memiliki karier?
Kunci utama: diskusi dan kompromi
Seperti diketahui, tuntutan dan kebutuhan hidup semakin sulit. Di sisi lain, lapangan pekerjaan menjadi sangat terbatas sehingga manusia lebih dianggap sebagai objek daripada subjek. Manusia berlomba mencari dan memanfaatkan pekerjaan sebagai peluang.
Bekerja adalah sebuah pilihan. Namun bila dihadapkan pada seorang istri atau ibu rumah tangga maka pekerjaan menjadi sebuah pilihan bersyarat.
Artinya ada beberapa prinsip yang harus didiskusikan atau dikompromikan berkaitan dengan kepentingan yang lebih besar.
Ini menjadi penting dan krusial karena menyentuh pihak lain yang terkait, khususnya ego suami sehingga mengancam rasa saling percaya, pertentangan antara keinginan dengan pengharapan bersama sehingga perlu diadakan pembaharuan komitmen.
Sebagai istri, mungkin Moms merasa lebih tahu kebutuhan keluarga dan terpanggil untuk meringankan beban ekonomi, namun Dads khawatir peran istri jadi berkurang atau bahkan dianggap sebagai sumber ancaman baru (takut karier suami kalah, istri dominan, keluarga terbengkalai, kadar cinta berubah).
Bolehkah istriku bekerja?
Pertanyaan di atas tak hanya dijawab dengan boleh atau tidak, namun mengacu pada latar belakang dan alasan mengapa istri mau bekerja, jenis pekerjaan seperti apa dan kontribusi pekerjaan tersebut terhadap keluarga. Apakah kontribusi ini mengganggu atau memacu?
Sehingga format pilihan yang ditawarkan bukan sebagai wanita yang harus memilih keluarga atau karier, namun sebagai pilihan untuk mengambil kesempatan bekerja dengan tetap mengelola keluarga. Sehingga tidak memperbandingkan namun mempersandingkan untuk saling mendukung dan melengkapi.
Pegang teguh prinsip rumah tangga
Suatu prinsip yang harus selalu dipegang teguh pasangan yaitu pernikahan adalah sebuah pilihan, pilihan untuk memperjuangkan harapan bersama yang dilandasi rasa cinta dan saling percaya.
Dinamika keluarga tidak sekadar mengacu pada pemahaman instistusional (hanya bergantung kepada adat, suami harus lebih tinggi dan selalu diunggulkan tanpa syarat) namun mengarah kepada hubungan companionship (kesetaraan pribadi yang terlibat, penuh pengertian secara timbal balik).
Namun dalam implementasinya tidak bertentangan dengan prinsip sosio filosofis dimana laki-laki tetap menjadi simbol pemimpin dalam keluarga yang dilandasi prinsip berumah tangga, antara lain cinta, kepercayaan, harapan dan komitmen. n
Langkah tepat sebelum Moms bekerja:
1. Cari alasan yang sangat masuk akal dan bisa diterima pasangan. Jangan menyudutkan peran suami karena penghasilan kurang!
2. Libatkan suami untuk menentukan pilihan pekerjaan dan berilah jaminan bahwa bekerja bukan untuk meninggalkan keluarga justru sebaliknya bekerja karena terinspirasi oleh keluarga, dan berbagai alasan positif lainnya.
3. Kumpulkan beberapa jenis pekerjaan yang diinginkan. Usahakan sesuai dengan pendidikan, pilihlah jenis pekerjaan dengan jam kerja fleksibel, akan lebih baik pekerjaannya bisa dilembur di rumah.
4. Petakan risiko pekerjaan terhadap yang akan diterima berkaitan dengan 'milik keluarga yang hilang' atau tersita dan siapkan alternatif penggantinya yang sepadan. Misal si kecil pada siang hari bersama pembantu, maka malam hari adalah waktu penuh Moms bersamanya; akhir pekan adalah waktu khusus keluarga; penghasilan Moms dialokasikan untuk asuransi atau masa depan anak.
5. Yang lebih penting adalah bagaimana mencari situasi yang tepat untuk memberi pengertian pada pasangan, kunci yang tidak kalah penting adalah berempati kepada pasangan terutama saat ia melarang Anda untuk bekerja. (Sumber: Mom & Kiddie).