PEKANBARU - Bayi dengan kelainan jantung luar dari Riau yang kini diberi nama
Siti Arahma gagal dirujuk ke RS Harapan Kita Jakarta. Hal itu dikarenakan
pesawat komersil tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk bayi yang sedang
mengalami penyakit berbahaya.
"Rencanya akan menggunakan maskapai Garuda. Namun pesawat reguler ini tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk bayi itu," kata Manager Humas RS Ibnu Sina Pekanbaru, Riau, Karti Utami Dewi, Jumat (16/9/2011).
Namun karena bayi tersebut harus dibawa ke Jakarta untuk dibedah jantungnya, mau tidak mau pasien harus dibawa secepatnya. "Rencananya akan menggunakan pesawat carteran. Namun belum tahu kepastian kapan berangkatnya," ungkapnya lagi.
Apalagi untuk menggunakan pesawat carteran ini tentunya dibutuhkan dana ratusan juta rupiah. "Saat ini memang sudah banyak memberikan bantuan berupa uang, tapi ada juga pihak yang menyatakan siap membantu. Itu pun belum jelas dalam bentuk apa," ungkap.
Bayi asal Kecamatan Pinggir, Bengkalis ini juga telah dirawat tiga doker spesialis bedah jantung dari RS Harapan Kita. Tim dokter ini sengaja diminta oleh Kementerian Kesehatan untuk menindak lanjuti kasus medis yang tergolong sangat langkah ini. "Disini memang peralatan medisnya tidak memadai, jadi harus dibawa ke Jakarta," kata Totok Wisnu, dokter spesialis bedah jantung anak RS Harapan Kita.
"Rencanya akan menggunakan maskapai Garuda. Namun pesawat reguler ini tidak memiliki perlengkapan yang memadai untuk bayi itu," kata Manager Humas RS Ibnu Sina Pekanbaru, Riau, Karti Utami Dewi, Jumat (16/9/2011).
Namun karena bayi tersebut harus dibawa ke Jakarta untuk dibedah jantungnya, mau tidak mau pasien harus dibawa secepatnya. "Rencananya akan menggunakan pesawat carteran. Namun belum tahu kepastian kapan berangkatnya," ungkapnya lagi.
Apalagi untuk menggunakan pesawat carteran ini tentunya dibutuhkan dana ratusan juta rupiah. "Saat ini memang sudah banyak memberikan bantuan berupa uang, tapi ada juga pihak yang menyatakan siap membantu. Itu pun belum jelas dalam bentuk apa," ungkap.
Bayi asal Kecamatan Pinggir, Bengkalis ini juga telah dirawat tiga doker spesialis bedah jantung dari RS Harapan Kita. Tim dokter ini sengaja diminta oleh Kementerian Kesehatan untuk menindak lanjuti kasus medis yang tergolong sangat langkah ini. "Disini memang peralatan medisnya tidak memadai, jadi harus dibawa ke Jakarta," kata Totok Wisnu, dokter spesialis bedah jantung anak RS Harapan Kita.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar