
Kejadian berawal sekira pukul 02.30 WIB Kamis 15 September 2011. Saat itu pelaku masuk dari tembok perbatasan komplek belakang yang bertepatan dengan BLok A perumahan Telaga Jambu.
Tembok yang memiliki ketinggian hanya sedada orang dewasa itu diduga dijadikan tempat masuk pelaku untuk melompat ke pekarangan belakan blok A Telaga Jambu. Setelah berhasil melompat, si pelaku kemudian mencongkel jendela belakang rumah dengan obeng.
Kemudian pelaku menggasak sejumlah barang berharga seperti laptop (3 unit), telepon genggam (lebih dari 10 buah) dan perhiasan emas. Setelah berhasil membobol empat rumah di Blok A telaga Jambu, pelaku kemudian melanjutkan aksinya pada keesokan harinya di empat rumah sisa di Blok A Telaga Jambu.
Salah seorang korban warga Blok A Telaga Jambu, Syafei menuturkan setiap kali beraksi diduga lebih dari empat orang dengan berjalan kaki. Bahkan, kata dia, sejumlah harta milik warga berceceran ditemukan di taman dan pemakaman tak jauh dari komplek perumahan.
"Jam 6 pagi itu kami lacak sampai ke perkampungan. Lewat kuburan, ada tas istri saya dan kartu ATM ketemu di kebun, ini bukan hal biasa, karena dua hari berturut-turut sampai delapan kali, polisi gimana sih kinerjanya, terlalu lamban, kami sudah lapor ke Polsek Sawangan tapi enggak ada tindak lanjutnya," ujarnya kepada okezone, Minggu (18/09/11).
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Azhar Nugroho mengakui tidak optimalnya kinerja jajaran Polsek Sawangan. Azhar mengaku laporan warga tersebut belum sampai ke Polres Depok.
"Akan saya sampaikan keluhan warga, kami akan dorong Polsek Sawangan, karena sampai sekarang kami belum terima laporannya," tandas Azhar.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar