
Mereka adalah Rismawati, Nikmawati, Supardi, Dewi, dan tiga lainnya mengalami muntah sejak Sabtu malam sepulangnya dari hajatan tetangganya. Rata-rata mereka masih menempuh pendidikan di sekolah dasar.
"Waktu masuk Puskesmas Bontonompo ini mereka dalam keadaan tidak sadar. Hingga sekarang masih ada dua orang tak sadarkan diri. Kami masih berkoordinasi dengan dokter puskesmas tentang perawatan selanjutnya, "ujar Rahmawati, salah seorang perawat kepada wartawan.
Salah seorang korban adalah balita yang belum sadarkan diri. Ketujuh orang itu masih saudara kandung. Kedua orangtua mereka terus mendampingi di Puskesmas Bontonompo sambil menangis.
"Saya tidak punya biaya untuk pengobatan mereka. Kami hanya petani kecil yang tidak punya apa-apa, "tutur Daeng Bollo (43) ibu kandung mereka.
Mereka dilarikan ke Puskesmas Bontonompo Minggu siang oleh para tetangga. Pasalnya, ketujuh bersaudara ini sudah tak sadarkan diri. Rasa pusing, mual dan muntah-muntah mereka alami sejak pulang dari hajatan pernikahan tetangganya itu. Mereka mengkonsumsi mi goreng dan kue tradisional yang ada di pesta tersebut.
Aparat kepolisian dari Polsek Bontonompo, Gowa masih meneyelidiki kasus ini lebih lanjut. Mereka sudah melakukan pengambilan sampel makanan yang dikonsumsi oleh para korban.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar