Analis politik dari Charta Politika Arya Fernandes berpendapat, belum saatnya Presiden bersikap, apalagi merespons berlebihan wacana tersebut, sebab kasusnya sendiri belum secara definitif menyebut Muhaimin terlibat. Sama seperti Andi Mallarangeng dalam kasus wisma atlet.
"Menurut saya yang sangat penting SBY tidak masuk framing politik. Karena kalau SBY gegabah, publik akan mempertanyakan kenapa Andi Mallarangeng tidak (nonaktif)," katanya kepada okezone, Jumat (16/9/2011).
Arya menjelaskan, selama ini yang sering terjadi, isu reshuffle muncul dalam rangka perebutan kekuatan parpol di Setgab koalisi. Amat jarang wacana reshuffle digulirkan terkait kinerja menteri-menteri yang merupakan hasil evaluasi Unit Kerja Presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan (UKP4).
Bahkan, lanjut Arya, saat UKP4 mengumumkan rapor merah para menterinya, SBY tak sedikipun menanggapi. "Ini menjadi pertaruhan bagi SBY, bagaimana SBY akan menjaga persepsi publik yang bisa membayakan pemerintahan, sekaligus membahayakan masa depan Partai Demokrat dan SBY sendiri," ungkapnya.
Yang terbaik dilakukan Presiden adalah memberikan prioritas dengan cara menilai kinerja masing-masing menteri, lalu merombaknya untuk perbaikan pemerintahan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar