Newmont Setuju Dana Penjualan Emas Disimpan di Indonesia
JAKARTA - PT Newmont Nusa Tenggara setuju dengan diberlakukannya Peraturan BI (PBI) yang mewajibkan eksportir dan pemegang surat luar negeri untuk menyimpan dananya dalam sistem keuangan dalam negeri.
"Kita setuju. Secara umum lembaga keuangan di Indonesia makin hari semakin kompetitif," ungkap Direktur Utama Newmont Martiono Hadianto, saat berdiskusi bersama sejumlah wartawan di kantornya, Menara Rajawali, Jakarta, Kamis (15/9/2011).
Komoditas pertambangan, contohnya emas yang juga menjadi salah satu dari sekian banyak komoditas yang diekspor ke luar negeri. Di mana komoditas tersebut, nilai penjualannya akan menggunakan dolar Amerika. Diharapkan, dengan keadaan tersebut, akan memperkuat kondisi valas dalam negeri.
Namun menurutnya, justru yang menjadi masalah adalah tidak banyak lembaga keuangan seperti bank dalam negeri yang paham dan tahu banyak mengenai pertambangan. "Paling Bank Mandiri. Itupun awalnya mereka tidak paham betul," jelasnya.
Seperti Diketahui Bank Indonesia (BI) akan mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Devisa Hasil Ekspor dan Hasil Utang Luar Negeri, yang mewajibkan eksportir dan pemegang surat luar negeri untuk menyimpan dananya dalam sistem keuangan dalam negeri.
"Kita mewajibkan devisa disimpan di sistem keuangan dalam negeri. Pertimbangannya, karena dengan masuknya devisa ke dalam negeri akan memperkuat kondisi likuiditas valas dalam negeri, sehingga tidak tergantung pada pasokan valas yang selama ini berasal dari hot money," ungkap Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah.
Difi melanjutkan, bahwa PBI ini masih dalam penggodokan dan direncanakan akan disahkan di akhir September ini dan akan diterapkan per 1 Oktober 2011. PBI ini merupakan sebagai tindak lanjut dari MoU yang pernah dilakukan antara BI, Kementerian Keuangan (Ditjen Bea Cukai), dan Badan Pusat Statistik (BPS).
PBI yang berdasarkan pada UU BI nomor 24 tahun 1999 ini, menurutnya akan diberlakukan bagi bank nasional dan bank asing. Potensi penambahan devisa ekspor akibat adanya PBI ini sendiri mencapai USD29,5 miliar dan potensi utang luar negeri sebesar USD2,5 miliar.