"Mengingat besarnya penggunaan perangkat mobile di Indonesia saat ini, maka kami yakin bahwa Indonesia memiliki masa depan dunia periklanan mobile yang cerah," ujar Dr KF Lai, CEO dari BuzzCity di Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Dipaparkan oleh KF bahwa pada tahun 2010 jumlah pencapaian periklanan mobile di Indonesia masih kalah dengan iklan cetak (44 persen), televisi (48 persen), radio (8 persen), yakni hanya sebesar 0,03 persen saja.
"Tapi jika dunia periklanan mobile terus digenjot, diharapkan tersebut bisa melonjak hingga 30 persen," ungkapnya, seraya menambahkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut mungkin tidak sebentar, mungkin sekira 5-10 tahun.
Beberapa alasan yang disebut KF sebagai modal Indonesia agar bisa terus menumbuhkan pasar periklanan mobile ialah besarnya pengguna internet (31 juta), ponsel mobile (210 juta) dan (25 juta) pengguna internet mobile.
"Di kawasan Asia Tenggara sendiri, Indonesia berada di posisi satu untuk kategori-kategori tersebut," jelasnya.
KF menjelaskan bahwa Indonesia juga masuk dalam kategori pasar teratas untuk segmen periklanan mobile internet. "Untuk kuartal pertama dan kedua 2011, Indonesia berada di peringkat kedua di bawah India, dengan jumlah 3,760 juta iklan pada kuartal kedua 2011," katanya.
"eCommerce di Indonesia saat ini memang masih lemah, ini bisa dilihat dari penggunaan kartu kredit yang masih berjumalah 3 persen saja, tapi kami yakin dalam kurun wakut 1-3 tahun ke depan, pasar periklanan mobile akan menjadi pasar yang berkembang dan sehat," ujar KF
Saat ini baru ada 25 juta pengguna internet melalui ponsel, sementara sudah ada 210 juta total pengguna ponsel. Jadi peluangnya ada pada sisa orang yang belum memaksimalkan penggunaan internet melalui ponsel.
Bisnis periklanan mobile di Indonesia memang masih tergolong sangat muda, karena BuzzCity sendiri baru membuka kantornya bulan Februari 2010 lalu.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar