BuzzCity Targetkan Kuasai 20% Trafik Internet Mobile
JAKARTA - BuzzCity, perusahaan media layanan distribusi iklan di jaringan mobile internet, untuk tahun 2011 menargetkan bisa menguasai 20 persen trafik jaringan periklanan internet mobile per kuartal.
"Target ke depan kami adalah bisa menguasai 20 persen trafik jaringan periklanan internet mobile per kuartal," ujar Dr KF Lai, CEO dari BuzzCity di Jakarta, Selasa (13/9/2011).
Dijelaskan oleh KF, bahwa BuzzCity adalah sebuah perusahaan media yang menawarkan akses ke jaringan periklanan global dan internet mobile kepada para pemegang merek dan agensi.
"Secara sederhana, kami menawarkan jasa dari para pengiklan untuk menaruh promosi mereka di berbagai rekan media mobile kami,' jelasnya.
Metode periklanan mobile internet yang dipakai oleh BuzzCity adalah Cost-per-Click (CPC), dengan pembagian keuntungan 65 persen ke pihak penerbit iklan dan 35 persen ke pihak BuzzCity.
"Biaya CPC-nya pun sebesar 4-5 sen Amerika Serikat (AS) per iklan, yakni berkisar Rp400. Tapi harga tersebut masih tergolong murah jika dibandingkan dengan Thailand yang menerapkan harga sebesar 20 sen CPC," ungkap KF.
"Saat ini kami sudah memiliki 5 ribu rekan global dan 50 rekan lokal, yang berasal dari kalangan telko, bank, pembuat ponsel, perusahaan asuransi dan lain-lain," jelasnya.
BuzzCity sendiri masih tergolong muda, karena kantornya di Jakarta baru dibuka pada Februari 2010. "BuzzCity bermarkas pusat di Singapura yang berdiri pada tahun 1999. Baru pada tahun 2007 kami mulai terjun ke bisnis mobile," jelasnya.
KF menjelaskan untuk pasar lokal memang ada perusahaan pesaing macam Adstar. "Tapi tetap yang menjadi kompetitor terbesar tetaplah Google, melalui layanan AdMob-nya," imbuhnya.
Meski pasar di Indonesia masih sangat muda, tapi KF yakin kalau BuzzCity bisa membantu penetrasi pasar periklanan mobile. "Hal tersebut harus didorong dengan usaha edukasi pasar melalui workshop kepada pihak media, agensi, pengiklan dan lain-lain," pungkasnya.