Pages

Subscribe:

Sabtu, 17 September 2011

Hape yang Seharusnya Mendekatkan malah Menjauhkan


Siapa yang tidak punya HP (handphone)? mungkin saat ini hampir setiap orang memiliki alat telekomunikasi ini. Dengan cellphone (telepon berbentuk kotak) ini komunikasi dengan keluarga, teman, rekan sekerja atau siapapun semakin mudah.

Pergerseran teori ekonomi mengenai kebutuhan primer, sekunder dan tersier sepertinya sudah agak bergeser pada abad ini. Sepertinya handphone sudah menjadi kebutuhan primer, tak seperti dulu yang hanya berupa kebutuhan tersier dalam kehidupan manusia.

Dampak penggunaan handphone juga beragam, mulai dari aspek budaya berlama-lama bertelepon hingga budaya ber-SMS-ria dengan menggunakan senam jari tiada henti. Seperti layaknya teknologi lain, teknologi komunikasi ini juga menimbulkan efek negatif bagi pemakainya disamping aspek positif bagi penggunanya.

Dalam hubungan sosial dengan masyarakat atau keluarga, handphone bisa merapatkan hubungan, dengan penggunaan handphone saudara yang ada di pulau lain bisa dihubungi dengan mudah, namun handphone juga bisa membuat hubungan menjadi jauh dan cenderung apatis.

Banyak orang sibuk ber-sms- ria saat sedang ada acara keluarga atau sedang berkumpul bersama. Sikap ini tentu saja membuat hubungan atau percakapan menjadi garing, atau sedang bercakap-cakap, lalu ada panggilan telepon, sehingga membuat percakapan terganggu.

Contoh lain pada saat antri di klinik atau sedang menunggu di halte, kita menjadi semakin cuek terhadap sesama kita karena kita memiliki HP untuk sekedar bermain game atau sms-an dengan teman. Pribadi bangsa Asia sebagai bangsa yang ramah sedikit berkurang karena imbas teknologi ini.

Itulah teknologi, memiliki dampak yang tentunya akan merubah karakter sebuah bangsa, namun bila kita pandai menempatkan diri dan tidak menjadi budak teknologi itu sendiri, maka kendali ada ditangan kita sendiri. Dampak terhadap perubahan itu adalah pilihan dan kita bisa memilih apa yang terbaik buat kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar