
Siapa
yang tidak punya HP (handphone)? mungkin saat ini hampir setiap orang
memiliki alat telekomunikasi ini. Dengan cellphone (telepon berbentuk
kotak) ini komunikasi dengan keluarga, teman, rekan sekerja atau
siapapun semakin mudah.
Pergerseran
teori ekonomi mengenai kebutuhan primer, sekunder dan tersier
sepertinya sudah agak bergeser pada abad ini. Sepertinya handphone sudah
menjadi kebutuhan primer, tak seperti dulu yang hanya berupa kebutuhan
tersier dalam kehidupan manusia.
Dampak penggunaan handphone juga beragam, mulai dari aspek budaya berlama-lama bertelepon hingga budaya ber-SMS-ria
dengan menggunakan senam jari tiada henti. Seperti layaknya teknologi
lain, teknologi komunikasi ini juga menimbulkan efek negatif bagi
pemakainya disamping aspek positif bagi penggunanya.
Dalam
hubungan sosial dengan masyarakat atau keluarga, handphone bisa
merapatkan hubungan, dengan penggunaan handphone saudara yang ada di
pulau lain bisa dihubungi dengan mudah, namun handphone juga bisa
membuat hubungan menjadi jauh dan cenderung apatis.
Banyak
orang sibuk ber-sms- ria saat sedang ada acara keluarga atau sedang
berkumpul bersama. Sikap ini tentu saja membuat hubungan atau percakapan
menjadi garing, atau sedang bercakap-cakap, lalu ada panggilan telepon, sehingga membuat percakapan terganggu.
Contoh
lain pada saat antri di klinik atau sedang menunggu di halte, kita
menjadi semakin cuek terhadap sesama kita karena kita memiliki HP untuk
sekedar bermain game atau sms-an dengan teman. Pribadi bangsa Asia
sebagai bangsa yang ramah sedikit berkurang karena imbas teknologi ini.
Itulah
teknologi, memiliki dampak yang tentunya akan merubah karakter sebuah
bangsa, namun bila kita pandai menempatkan diri dan tidak menjadi budak
teknologi itu sendiri, maka kendali ada ditangan kita sendiri. Dampak
terhadap perubahan itu adalah pilihan dan kita bisa memilih apa yang
terbaik buat kita.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar