Biasanya
bila terjadi kehamilan diluar rahim, sang dokter pasti akan menyarankan
agar janin bayi tersebut digugurkan dengan alasan keselamatan dan
kesehatan sang calon bayi.
Namun bahwa kalau ada kuasa Tuhan yang berperan dalam kehamilan, menjadi terbukti ketika sang bayi lahir dengan sehat.
Seorang
ib bernama Nicolette Soto (27th) tahun berjuang mempertahankan hasil
cintanya dengan sang suami tercinta, meskipun sudah mendapat saran
dokter agar sang janin digugurkan saja. Karena tentu saja akan
membahayakan keselamatan sang ibu sendiri.
Kejadian
ini terjadi di Arizona (AS) membuat fakta bahwa tidak semua hal dapat
diprediksi oleh manusia. Semula saran dari para dokter mengatakan “lebih
mudah untuk menggugurkan janin daripada mempertahankannya”
terbantahkan.
Bayi
itu dikeluarkan dari perurt sang ibu melalui operasi dan sang bayi
memiliki berat 0,9 kg. Sang bayi seharusnya belum layak untuk
dilahirkan, namun karena pertimbangan kesehatan dan keselamatan sang
ibu, maka dilakukan operasi cesar.
Apabila
sang bayi tidak segera dioperasi, maka sang ibu bisa saja kehilangan
rahim dan ususnya karena bobot bayi yang sedang tumbuh dalam perutnya
tidak berada pada tempat yang seharusnya, sehingga akan merusak organ
rahim dan usus.
Bayi
tersebut lahir pada usia janin yang hanya mencapai usia 32 minggu,
sehingga memerlukan perawatan khusus setelah lahir. Atau yang biasa kita
kenal sebagai bayi Prematur. oleh karena itu sang bayi memerlukan
perawatan khusus setelah lahir, sampai sang bayi memiliki kekuatan untuk
bertahan tanpa bantuan alat-alat pengatur suhu yang ada pada incubator.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar