Seperti yang dikutip dari PC Pro, Jumat (16/9/2011), setelah keputusan yang diambil HP tersebut, saham mereka langsung jatuh, seorang pemegang saham pun langsung menuntut perusahaan tersebut.
Pemegang saham yang bernama Richard Gammel tersebut, menuduh perusahaan teknologi tersebut menyembunyikan fakta bahwa model bisnis mereka sudah tak berjalan, webOS sudah bukan lagi pusat fokus bisnis mereka.
Bulan lalu, HP membuat kejutan dengan mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan untuk menghentikan unit bisnis PC mereka, begitu pula untuk webOS dan TouchPad.
Setekah pengumuman tersebut, saham HP juga menurun sebanyak 20 persen, yang mana merupakan penurunan terbesar dalam sejarah HP.
Tuntutan hukum tersebut diisi di US District Court, yang berisi tuduhan bahwa pimpinan HP termasuk CEO Leo Apotheker dan CFO Cathie Lesjak membuat pernyataan palsu bahwa perusahaan mereka masih dalam kondisi positif, meski pada akhirnya terbukti keliru.
Tuntutan hukum tersebut juga meminta agar pihak HP memperbaiki kerusakan dari perangkat HP yang dibeli konsumen mulai bulan November 2010. Pihak HP sendiri belum berkomentar atas hal ini.
Tuntutan hukum oleh para pemegang saham saat ini merupakan hal yang lumrah, setelah terjadi penurunan di pasar saham. Para pemegang saham HP dikabarkan juga marah karena kinerja Leo Apotheker yang buruk.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar