Saat ini SMA 6 berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN) yang merupakan langkah awal menuju Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Hamid menjelaskan, Kemendiknas memuat banyak criteria untuk RSBI.
"Saya yakin, jika suatu sekolah terjadi kekerasan (bullying), tawuran, kejahatan dan sejenisnya maka akan menjadi pertimbangan bagi kami untuk menetapkan status sekolah tersebut," katanya kepada Harian SI, Senin (19/9/2011).
Hamid menegaskan, tidak mungkin sekolah tersebut menjadi RSBI jika masih mengadopsi kekerasan. Akan tetapi, keputusan final atas gradasi status sekolah tersebut masih akan dibahas. Dia berjanji keputusan akan diungkap segera ke publik, pasalnya Mendiknas juga sudah meminta agar evaluasi tentang RSBI yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendiknas segera dirampungkan.
Evaluasi kedua ialah tentang lokasi SMA 6 itu sendiri. Saat ini sekolah elit tersebut berada di dekat pusat perbelanjaan, di antaranya Blok M Plaza dan Blok M Mall. Selain itu, SMA 6 juga selalu terlibat tawuran dengan SMA 70 yang lokasinya berdekatan.
Mengenai relokasi SMA 6, Hamid menerangkan, kewenangan tersebut diserahkan sepenuhnya kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Disdik DKI Jakarta) .
"Kami akan menangani secara khusus seluruh sekolah yang sering terlibat kekerasan. Kajiannya masih dalam pembahasan," ujarnya.
Mengenai penanganan kasus pemukulan siang tadi, Hamid sudah meminta Disdik DKI Jakarta untuk menanganinya. Kemendiknas sendiri tidak menurunkan tim namun, Hamid meminta Disdik untuk menginvestigasi kasus tersebut.
Kemendiknas akan memfasilitasi pihak kepolisian jika ada indikasi pelanggaran hukum yang terjadi. Hamid menyayangkan kejadian tersebut, padahal jika dikomunikasikan dengan baik peristiwa pemukulan itu tidak akan terjadi.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Kemendiknas Suyanto juga menyatakan sekolah yang mengadopsi kekerasan tidak pantas dinaikkan menjadi RSBI.
"Masa sekolah yang mau menyandang status RSBI, kok malah sukanya tawuran. Itu akan menjadi bahan penilaian dalam evaluasi juga," tukas Suyanto.
Suyanto menyebutkan, dalam proses evaluasi sekolah yang dilakukan Kemendiknas ini tidak hanya dilihat dari prestasi siswa ataupun sekolahnya saja, melainkan juga dari sisi karakter siswa dan tenaga pendidiknya.
"Apalagi pemerintah sedang menggenjot pendidikan karakter, maka ini harus diperhatikan secara serius," tuturnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar