Kepala Pusat Data Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho menyebut tingkat risiko kekeringan paling tinggi berada di Pulau Jawa. Menurutnya, penduduk di Pulau Jawa sudah mencapai 128 juta jiwa atau sekira 59 persen dari total penduduk nasional.
"Bertambahnya penduduk, memunculkan konsekuensi perubahan penggunaan lahan guna menopang kehidupannya.," kata Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Sabtu (17/9/2011).
Menurutnya peningkatan jumlah penduduk yang begitu pesat mengakibatkan luas hutan makin tergerus. "Saat ini daya dukung lingkungan berdasarkan metode jejak ekologi (ecological footprint) menunjukkan daya dukung lingkungan sudah terlampaui," jelasnya.
Sementara itu, BMKG memproyeksikan rata-rata hujan 2010-2020 akan lebih berkurang dibandingkan 1978-2007 dan rata-rata curah hujan periode tahun 2016-2020 diproyeksikan lebih kering dibanding periode tahun 2010-2015.
Pengelolaan sumberdaya air di masa mendatang akan makin menghadapi tantangan lebih berat. Konflik antar berbagai kebutuhan air makin sering terjadi, di samping akibat dampak pencemaran karena terlampauinya daya dukung sumberdaya air yang ada. "Kebijakan penyediaan air di masa mendatang sangat ditentukan oleh besaran jumlah penduduk dan kesejahteraan rakyat Indonesia pada saat itu," pungkasnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar