"Moda transportasi di ibu kota emang sudah terpuruk. Dengan kasus ini citranya tambah jelek," kata Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala kepada okezone, Jumat (16/9/2011).
Kendati, menurut Adrianus, sejatinya kejahatan perkosaan bisa dicegah oleh masyarakat itu sendiri, berkaca dari buruk pelayanan angkutan umum ini.
Adrianus juga tidak sepakat jika ada pihak yang menyebut perkosaan di ibu kota meningkat. Kemarin, Polda Metro Jaya merilis, kejahatan jenis ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Angka kasus perkosaan pada tahun 2011 berjumlah 41 sedangkan tahun 2010 berjumlah 40 kasus.
"Untuk perkosaan atau pembunuhan, saya enggak setuju dibuat agregat. Kesannya serem banget. Padahal menurut saya, di Jakarta masih terbilang aman dari sisi perkosaan," ujarnya.
Adrianus menjelaskan, di Amerika Serikat kasus perkosaan terjadi setiap enam jam, sedangkan di Indonesia dalam penelitiannya hanya terjadi setiap 36 jam. "Artinya cukup aman. Kenapa Amerika tinggi, karena pengaruh alkohol dan banyak dari mereka yang hidup sendiri, jadi perkosaan saat pacaran cukup tinggi," jelas dia.
Dengan demikian, Adrianus menilai kasus perkosaan di dalam angkot ini bukan sebagai fenomena baru.
"Ya enggak mungkin juga kan semua sehat. Alhasil ada saja yang menyimpang. Yang penting sekarang kan menjaga diri. Umum saja kan. Jadi wanita itu tidak harus menjaga diri untuk tidak diperkosa, tapi bagaimana bisa memahami agar itu tidak terjadi, misalnya ya jangan pulang malam sendiri malam-malam," paparnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar