Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah akan mendorong otomotif agar tidak gunakan oktan rendah, karena dianggap tidak efisien. Akan tetapi, Hatta menegaskan, kebijakan ini tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.
"Kita tidak bisa menghentikan roda dua sebelum menyediakan mass transport," jelas Hatta kala ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (15/9/2011).
Maksud Hatta adalah, pemerintah harus menyelesaikan konteks desain industri dan transportasi massal, yang masuk pada roadmap. "Transportasi bandara kereta. Saya sampaikan doubel track seluruh Jawa pada 2014, circle line pada 2014, dan kereta api bandara pada 2014. Ini semua mengurangi beban transportasi," Hatta menjelaskan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan BBM bersubsidi akan melampaui kuota APBN-P 2011, disebabkan adanya pertumbuhan realisasi konsumsi lima tahun terakhir untuk premium.
Selain itu, menurut Karen, rata-rata pertumbuhan kendaraan mencapai 14,73 persen per tahun (dari tahun 2000-2009) dengan pertumbuhan kendaraan roda dua tercatat paling signifikan.
"Tahun 2009 terhadap 2008, mobil penumpang tumbuh sebesar 5,1 persen, Bus tumbuh 5,7 persen, Truk 0,8 persen, Sepeda Motor 10 persen," jelas Karen.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar