"e-KTP dipercepat memang sebagai persiapan Pemilu 2014, karena Pemilu 2009 jadi pelajaran buat kita. e-KTP diharapkan jadi solusi data kependudukan yang baik," ujar peneliti senior Cetro Refly Harun, dalam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (17/9/2011).
Data e-KTP nantinya, lanjut Refly, maka KPU akan lebih mudah untuk memutakhirkan data pemilih. Tapi KPU juga diminta terus memperbarui data pemilih. Sehingga ketika Kemendagri menyerahkan data, mereka tidak mulai dari nol lagi.
"Tapi saya khawatir ada kesan penyelenggara pemilu (KPU) hanya menunggu suksesnya atau tidaknya e-KTP. Kepada DPR, UU harus tegas membedakan mana yang bertanggung jawab menyediakan data kependudukan, mana yang data pemilih. KPU tetap jangan berdiam diri, kan sudah ada data terakhir, itu di-update terus," terangnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar